Masakan Padang – Daun Seledri
Seledri (Apium graveolens L.) adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan oleh penjajah Belanda dan digunakan daunnya untuk menyedapkan sup dan tangkai daunnya yang berdaging dan berair dimakan mentah sebagai lalap.
Tanaman ini dapat dibudidayakan di segala tempat, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi.
Kandungan dalam seledri :
- kalori, protein, lemak, hidrat arang,
- kalsium, natrium
- Mineral : kalium / potassium, magnesium, sodium, klorin
- fosfor, besi , apigenin
- asam folic, asam amino esensial
- vitamin A , B1 , B2, B6, C 11, K,
Kegunaan daun seledri:
Penambah aroma
Aromanya yang khas berasal dari sejumlah komponen mudah menguap dari minyak atsiri yang dikandung[1], paling tinggi pada buahnya yang dikeringkan. Kandungan utamanya adalah butilftalida dan butilidftalida sebagai pembawa aroma utama.
Menurunkan tekanan darah tinggi
Masyarakat Cina tradisional sudah lama menggunakan seledri untuk menurunkan tekanan darah anti-hipertensi. Karena seledri juga mengandung apigenin yang sangat bermanfaat untuk mencegah penyempitan pembuluh darah dan tekanan darah tinggi dan pasokan kalium sangat bermanfaat untuk terapi darah tinggi. Pada 100 g seledri terkandung 344 mg kalium dan 125 mg natrium. Konsumsi makanan dengan perbandingan kalium dan natrium yang mencapai 3:1 sangat baik bagi penderita darah tinggi. Pada seledri perbandingan tersebut mencapai 2,75:1 sudah sangat mendekati rasio ideal untuk pencegahan Hipertensi.
Daun seledri memiliki khasiat membantu pengobatan tekanan darah tinggi. Hal itu diungkapkan Dra. Aty Widyawaruyanti, MSI, Apt, Dosen Bagian Ilmu Bahan Alam Farmasi Unair.
Dikatakan Dra. Aty, seledri sangat baik untuk penderita Hipertensi, tetapi jangan dicampur dengan obat medis karena bisa memunculkan zat yang baru dalam tubuh. Seledri, lanjut Dra. Aty, mengandung pthalides dan magnesium yang baik untuk membantu melemaskan otot-otot sekitar pembuluh darah arteri dan membantu menormalkan penyempitan pembuluh darah arteri. Pthalides dapat mereduksi hormon stres yang dapat meningkatkan darah. Sebuah penelitian membuktikan pthalides dapat mereduksi tekanan pembuluh darah hingga 12-14 %.
Melancarkan buang air kecil
Daun seledri banyak mengandung Apiin dan substansi diuretik yang bermanfaat untuk menambah jumlah air kencing. Akar seledri berkhasiat memacu enzim pencernaan dan peluruh kencing (diuretik).
Mencegah kerutan pada wajah dan menghilangkan bau mulut
Ditegaskan dr Mieristika Rooselani dari DuraSkin, seledri mengandung zat gizi, fitonoutrien provitamin A (karetenoid), Vitamin B dan Vitamin C, mineral kalsium, fosfor, sodium, klor, potasium/kalium,magnesium, asparagine apigenin, kholin, saporin, minyak asiri, senyawa sedatif, (phathalide) dan serat. Dokter kulit dan ahli kecantikan ini menambahkan seledri juga baik dikonsumsi untuk mencegah timbulnya kerutan pada wajah, melarutkan lemak dan menurunkan berat badan, sebagai antioksidan penangkal radikal bebas, menjaga kelenturan dan kekencangan kulit dan menghilangkan bau mulut.
Anti Oksidan
Seledri juga mengandung coumarins untuk mencegah terbentuknya radikal bebas. Coumarins juga dapat meningkatkan aktivitas sel darah putih dan imunitas tubuh.
Di rumah makan padang, daun seledri potong kecil kecil dipakai sebagai bumbu masak penyedap dan penambah aroma pada masakan sup iga, soto padang, gulai ikan, perkedel. Jadi, selain sebagai bumbu masak, seledri juga bermanfaat sebagai obat alami.

